Home / Artikel / 4 Tanaman Ajaib Ini Harus Ada di Sekolah untuk Pertolongan Pertama

4 Tanaman Ajaib Ini Harus Ada di Sekolah untuk Pertolongan Pertama

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis di sekolah. Sebagaimana kita ketahui, sedisiplin dan seketat apapun yang sudah sekolah lakukan, kecelakaan kecil yang mengakibatkan luka pada warga sekolah tidak bisa dihindarkan. Kecelakaan kecil biasanya paling sering terjadi pada anak-anak usia SD.

Pada saat terjadi kecelakaan kecil dan luka, biasanya warga sekolah sibuk mencari obat dan melakukan pertolongan pertama. Pertolongan pertama dapat juga dilakukan dengan menggunakan pengobatan herbal dan ini membutuhkan tanaman tanaman yang dapat mengurangi akibat dari kecelakaan kecil tersebut. Berikut adalah tanaman ajaib yang harus ada di sekolah untuk membantu meredakan akibat dari kecelakaan/luka tersebut.

1.  Lidah Buaya Lidah buaya (Aloe vera)

Tanaman ini mudah tumbuh dapat ditanam di pot atau halaman sekolah. Tanaman ini memiliki khasiat anti inflamasi, mengurangi iritasi, melembabkan dan memperbaiki jaringan yang rusak. Prof. H.M. Hembing Wijaya Kusuma, Ramuan lengkap herbal taklukkan berbagai penyakit  (Jakarta: Pustaka Bunda, 2008 ) Tanaman ini dapat digunakan jika terjadi:  Luka berdarah ringan.  Luka berdarah ringan biasanya terjadi ketika anak anak terjatuh ketika sedang berlarian, bermain bola atau sedang menggunakan peralatan seperti gunting atau cutter di pelajaran SBK. Luka berdarah ringan yang terjadi di sekolah dan tidak tersedia betadin atau obat merah, dapat diberi pertolongan dengan pemberian lidah buaya dengan cara sebagai berikut: Ambil Daun lidah buaya secukupnya, dikupas, lalu ditempelkan pada kulit yang luka, dan diganti 3 x sehari. Tersiram air panas pada saat membeli mie atau bakso. Caranya hampir sama dengan dengan penggunaan pada luka berdarah. Sepotong kecil daun lidah buaya dibersihkan, dibelah dan getahnya dioleskan pada bagian yang tersiram air panas, kemudian dibiarkan hingga getah yang terdapat pada bagian yang tersiram tersebut mengering, setelah mengering diolesi kembali dengan getah lidah daun buaya, hal ini dilakukan berulang sehingga rasa nyeri reda.

2. Sambiloto (Andrographis paniculata)

Tanaman herba ini merupakan perdu yang mudah tumbuh, berasa pahit. Tanaman ini memiliki khasiat sebagai anti radang, menurunkan panas, menghilangkan nyeri, penawar racun, menghilangkan bengkak, menstimulasi system imun dan menghambat sel tumor. Prof. H.M. Hembing Wijaya Kusuma, Ramuan lengkap herbal taklukkan berbagai penyakit (Jakarta: Pustaka Bunda, 2008 ). Kemampuannya untuk menawarkan racun dan mencegah luka infeksi dapat dijadikan sebagai alternatif pertolongan pertama pada gigitan serangga yang diderita anak dan terjadi di sekolah. Cara pemakaiannya adalah sebagai berikut: Daun sambiloto segar segenggam ditumbuk hingga halus kemudian ditempelkan pada bagian luka/bengkak yang tersengat. Balut luka dengan kain kasa. Lakukan hal ini 2 sampai 3 kali sehari. Berdasarkan pengalaman penulis, cara ini cukup ampuh untuk sengatan.

3. Sirih (Piper betle L)

Tanaman sirih adalah tanaman merambat yang memiliki khasiat antiseptik, antijamur, mengurangi peradangan, menghentikan batuk, menghilangkan gatal dan karminatif.  Tanaman ini dapat mengobati bronchitis, batuk, keputihan, mimisan, bau badan, sariawan, radang mata merah, jerawat dan payudara bengkak. Prof. H.M. Hembing Wijaya Kusuma, Ramuan lengkap herbal taklukkan berbagai penyakit  (Jakarta: Pustaka Bunda, 2008 ). Mimisan yang sering terjadi di sekolah, Pertolongan pertamanya  adalah dengan menggunakan daun sirih dengan cara sebagai berikut. Kondisikan anak yang mengalami mimisan untuk tenang, kemudian perintahkan untuk duduk dengan kepala tegak tidak boleh menunduk.  Kemudian ambillah daun sirih secukupnya, lalu cuci bersih.   Daun sirih sejumlah 1 atau 2 lembar tersebut digulung dengan ukuran gulungan yang disesuaikan dengan ukuran lubang hidung anak-anak. Kemudian lubang hidung anak-anak disumpal dengan menggunakan gulungan daun sirih tersebut hingga pendarahan mimisan berhenti.

4. Daun Saga (Abrus precatorius L)

Tanaman daun Saga merupakan tanaman perdu yang merambat, daunnya kecil bulat dan tumbuh banyak di tangkai tanamannya. Ciri khas dari tanaman ini yaitu bijinya yang berwarna merah dan berukuran kecil. Bagian saga yang digunakan sebagai obat yaitu bagian daunnya. Tanaman daun saga berkhasiat menurunkan panas, anti radang, dan peluruh kemih, daunnya digunakan untuk obat batuk bronchitis, sariawan mulut, panas dalam, serak dan sakit tenggorokan. Prof. H.M. Hembing Wijaya Kusuma, Ramuan lengkap herbal taklukkan berbagai penyakit  (Jakarta: Pustaka Bunda, 2008 ). Karena kemampuannya ini maka daun saga dapat digunakan untuk pertolongan pertama jika terjadi luka pada bibir anak anak. Luka ini biasanya terjadi akibat tubrukan, jatuh mengenai lantai atau terbentur benda keras. Luka ini apabila dibiarkan akan menjadi sariawan. Jika terjadi luka pada bagian bibir ini, maka daun saga dapat dijadikan sebagai alternatif pertama untuk pertolongan pertama dengan cara sebagai berikut; Ambillah daun saga secukupnya, cuci bersih kemudian ditumbuk hingga halus. Daun Saga yang sudah halus ini ditempelkan pada bibir yang luka dan telah dibersihkan sebelumnya. Empat tanaman ajaib ini, Lidah buaya, Sambiloto, daun Sirih dan daun Saga adalah tanaman yang mudah tumbuh dan tidak sulit perawatannya. Keempat tanaman ini dapat ditanam di pot atau di pekarangan sekolah. Mengingat pentingnya manfaat tanaman ajaib ini dalam pertolongan pertama pada kecelakaan kecil yang terjadi di sekolah, maka sebaiknya sekolah memiliki 4 tanaman ajaib ini.

Tjitjh Mulianingsih

April 2017

About Faisal Azmi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*